Selasa, 30 Juni 2026

UAS KEAMANAN SISTEM INFORMASI


1. Pertama Download file.zip yang telah dirkirim dan extrac



Kedua masukan file kedalam xampp-htdocs- dan ganti nama file sesuai nama anda


Ketiga, buat nama database baru menggunakan nama file



Keempat, Import file tadi kedalam PhpMyAdmin, dan berikut isi dari databasenya.



Kelima, saat terdapat error lakukan perbaikakan sesuai pemberitahuan, ini menjelaskan kesalah usernaname



Keenam, ubah passwoard di koneksi.php, sebelumnya password adalah 123456, ubah menjadi kosong seperti pada gambar.



Ketujuh, jika masih eror atau tidak bisa masuk, ubah password di PhpMyAdmin, jangan lupa mengubah fungsi password menjadi MD5



Kedelapan, setelah itu login kembali



Kesembilan, ini adalah  Halaman Beranda setelah login  berhasil.



2. Pertama buka virtualbox, lalu klik Windows Serve 2003 dan pergi ke Setting, lalu klik Storage maka akan muncul Devices dibawah pada tambah klik lalu pilih Hard disk - Create - atur sesuai keperluan - klik Ok - Choose.


Selanjutnya, buka Windows Serve 2003, klik My computer lalu pilih Manage - Storage - Disk Management. Setelah muncul klik kembali Disk yang baru dibuat, lalu klik next - centang -next sampai selesai. Dan disk 15 gb sudah berhasil dibuat.



3.Read Only, Buka CMD Run Administrator, lalu masuk


Hak Akses: Administrator

Direktori Awal: C:\Windows\system32

Daftar Urutan Perintah dan Penjelasannya

Daftar Urutan Perintah dan Penjelasannya

 1. cd c:/xampp/htdocs

   Deskripsi: Berpindah dari direktori sistem ke folder htdocs tempat penyimpanan proyek web XAMPP.

   Hasil: Direktori kerja berubah menjadi c:\xampp\htdocs>.

 2. cd ranti

   Deskripsi: Masuk ke dalam direktori/folder proyek spesifik bernama ranti.

   Hasil: Direktori kerja berubah menjadi c:\xampp\htdocs\ranti>.

 3. atrrib index.php

   Deskripsi:Percobaan untuk memeriksa atribut file index.php.

Hasil:Gagal (Error) karena terdapat kesalahan pengetikan (typo) pada perintah attrib menjadi atrrib. Muncul pesan kesalahan: 'atrrib' is not recognized as an internal or external command.

   4. attrib index.php

   Deskripsi:Menjalankan kembali perintah yang benar untuk mengecek status atribut file index.php.

   Hasil: Menampilkan status A   R pada file C:\xampp\htdocs\ranti\index.php.

    A = Archive (Arsip)

    R= Read-only (Hanya Baca)

5. attrib +R index.php

 Deskripsi: Memberikan atau mempertegas atribut Read-only (+R) pada file index.php agar file tersebut terkunci dan tidak bisa dimodifikasi atau dihapus secara tidak sengaja.

  Hasil: Perintah berhasil dieksekusi tanpa error.

 6. attrib index.php

Deskripsi: Melakukan pengecekan ulang untuk memastikan atribut Read-only sudah aktif dan diterapkan dengan benar pada file index.php.

Hasil: Menampilkan output yang sama (A   R), menandakan file telah sukses dipasang atribut Read-only.




Kamis, 18 Juni 2026

"Penerapan Web Server pada Windows Client"

"Penerapan Web Server pada Windows Client"

1.     Welcome (Halaman Awal Instalasi)

Ini adalah layar pembuka saat instalasi AppServ dimulai.

Keterangan:

·       Menampilkan ucapan selamat datang di installer AppServ.

·       Menjelaskan bahwa program akan menginstal AppServ di komputer.

·       Disarankan menutup semua program sebelum melanjutkan instalasi.

·       Tombol:

o  Next → lanjut instalasi

o  Cancel → batal instalasi

2.     Choose Destination Location (Lokasi Instalasi)


Ini adalah tahap untuk menentukan folder instalasi.

Keterangan:

·       Menentukan lokasi penyimpanan AppServ di komputer.

·       Default biasanya: C:\AppServ

·       Bisa diganti dengan tombol Browse jika ingin lokasi lain.

·       Menampilkan informasi:

o  Space Required (ruang yang dibutuhkan)

o  Space Available (ruang kosong di disk)

·       Tombol:

o   Next → lanjut

o   Back → kembali

o   Cancel → batal

3.     Setup Type (Tipe Instalasi)


Ini adalah pilihan jenis instalasi.

Keterangan:

·       Typical → instalasi standar (paling disarankan untuk pengguna biasa)

·       Compact → instalasi minimal (fitur terbatas, hanya Apache)

·       Custom → instalasi kustom (bisa pilih komponen sendiri, untuk pengguna mahir)

·       Tombol:

o  Next → lanjut

o  Back → kembali

o  Cancel → batal

4.     Konfigurasi Apache Server


Pada tahap ini, installer meminta informasi untuk konfigurasi Apache HTTP Server.

Keterangan:

·       Server Name

o   Nama server yang digunakan.

o   Biasanya diisi dengan localhost jika digunakan pada komputer sendiri.

·       Administrator's Email Address

o   Alamat email administrator server.

o   Bisa diisi bebas, misalnya admin@gmail.com.

·       HTTP Port

o   Port yang digunakan Apache.

o   Nilai standar adalah 80.

Tujuan tahap ini:
Mengatur identitas server web dan menentukan port yang akan digunakan Apache untuk melayani permintaan dari browser.

5.     Konfigurasi MySQL


Pada tahap ini dilakukan pengaturan database MySQL.

Keterangan:

·       User Setting

o  Nama pengguna MySQL.

o  Umumnya menggunakan root.

·       Password

o  Password untuk pengguna MySQL.

o  Dapat dikosongkan atau diisi sesuai kebutuhan.

·       Character Set

o  Menentukan karakter yang digunakan database.

o  Biasanya menggunakan UTF-8 agar mendukung berbagai bahasa.

Tujuan tahap ini:
Membuat akun administrator database dan menentukan format karakter yang akan digunakan oleh MySQL.

6.     Proses Instalasi AppServ


Gambar ini menunjukkan bahwa AppServ sedang melakukan proses penyalinan file dan pemasangan komponen.

Keterangan:

·       Installer sedang menyalin file-file Apache, PHP, dan MySQL ke direktori instalasi.

·       Progress bar menunjukkan persentase proses yang sedang berlangsung.

Tujuan tahap ini:
Menginstal seluruh komponen yang diperlukan agar web server dapat dijalankan dengan baik.

7.     Instalasi Selesai


Tampilan tersebut menunjukkan bahwa proses instalasi AppServ telah berhasil diselesaikan. Pada tahap ini tersedia pilihan Start Apache untuk menjalankan layanan Apache sebagai web server dan Start MySQL untuk menjalankan layanan MySQL sebagai database server. Setelah pengguna menekan tombol Close, kedua layanan tersebut akan aktif dan siap digunakan. Tahap ini bertujuan untuk mengaktifkan layanan Apache dan MySQL sehingga pengguna dapat mulai menjalankan aplikasi web serta mengakses dan mengelola database.

8.     Menampilkan Hasil Instalasi AppServ 2.5.0


Gambar tersebut menunjukkan bahwa proses instalasi AppServ 2.5.0 telah berhasil dilakukan dan aplikasi telah dapat dijalankan. Pada tahap ini, pengguna membuka folder AppServ yang berisi file AppServ 2.5.0 Manual, yaitu dokumentasi atau panduan penggunaan AppServ. Tampilan ini menandakan bahwa seluruh komponen yang diperlukan, seperti Apache, PHP, dan MySQL, telah terpasang dengan baik pada sistem. Dengan demikian, pengguna dapat mulai menggunakan AppServ untuk menjalankan web server lokal dan mengembangkan aplikasi berbasis web.

9.      Tampilan File Explorer pada Sistem Operasi Windows XP di VirtualBox


Gambar tersebut menunjukkan tampilan Windows XP yang sedang berjalan di dalam Oracle VirtualBox. Pada layar terlihat aplikasi Windows Explorer (File Explorer) yang digunakan untuk mengelola file dan folder di dalam komputer.

Bagian-bagian yang terlihat:

·    My Computer / Local Disk (C:) → menampilkan isi penyimpanan utama komputer (hard disk).

·     Folder seperti Documents and Settings, Program Files, dan WINDOWS → merupakan folder sistem bawaan Windows XP yang berisi data pengguna, aplikasi yang terinstal, dan file sistem operasi.

·   Panel sebelah kiri → berfungsi sebagai navigasi untuk berpindah antar folder dan lokasi penyimpanan.

·       Bagian kanan → menampilkan daftar folder dan file yang ada di dalam drive C.

·   Oracle VirtualBox → menunjukkan bahwa Windows XP ini bukan berjalan langsung di komputer utama, tetapi dijalankan sebagai mesin virtual.

10. Isi direktori Appserv


Folder apache: untuk control server apache, folder mysql: untuk kontrol server database, folder php: direktori php, folder www: untuk menyimpan projek website.

11. Masuk ke folder apache


Pada folder apache, klik dua kali pada icon ekstensi apache, lalu akan tampil command prompt seperti pada gambar diatas, Dimana menunjukan proses apache web server sudah berjalan.

12. Buka browser


Buka browser dan ketikan http://localhost/. Pada gambar diatas menunjukkan bahwa proses koneksi client dengan web server pada jaringan lokal sudah berhasil. Yeyyyy

13. Percobaan koneksi weserver


Untuk memperkuat bukti koneksi client windows xp dengan web server inventaris, disini saya membuat sebuah file php yang berisi text “Ranti Sitohang 221011700710.

14 . Membuka file tes.php  pada browser dengan jaringan localhost



Setelah dibuka pada browser, tes.php yang berisi text “Ranti Sitohang 22011700710” berhasil ditampilkan. Hal ini menandakan bahwa koneksi windows xp sebagai client dari webserver inventaris sudah berhasil dan sukses.

 

 


"Penerapan Web Server pada Windows Client"

"Penerapan Web Server pada Windows Client"

1.     Welcome (Halaman Awal Instalasi)

Ini adalah layar pembuka saat instalasi AppServ dimulai.

Keterangan:

·       Menampilkan ucapan selamat datang di installer AppServ.

·       Menjelaskan bahwa program akan menginstal AppServ di komputer.

·       Disarankan menutup semua program sebelum melanjutkan instalasi.

·       Tombol:

o  Next → lanjut instalasi

o  Cancel → batal instalasi

 

2.     Choose Destination Location (Lokasi Instalasi)

Ini adalah tahap untuk menentukan folder instalasi.

Keterangan:

·       Menentukan lokasi penyimpanan AppServ di komputer.

·       Default biasanya: C:\AppServ

·       Bisa diganti dengan tombol Browse jika ingin lokasi lain.

·       Menampilkan informasi:

o  Space Required (ruang yang dibutuhkan)

o  Space Available (ruang kosong di disk)

·       Tombol:

o   Next → lanjut

o   Back → kembali

o   Cancel → batal

 

3.     Setup Type (Tipe Instalasi)

Ini adalah pilihan jenis instalasi.

Keterangan:

·       Typical → instalasi standar (paling disarankan untuk pengguna biasa)

·       Compact → instalasi minimal (fitur terbatas, hanya Apache)

·       Custom → instalasi kustom (bisa pilih komponen sendiri, untuk pengguna mahir)

·       Tombol:

o  Next → lanjut

o  Back → kembali

o  Cancel → batal

 

4.     Konfigurasi Apache Server

Pada tahap ini, installer meminta informasi untuk konfigurasi Apache HTTP Server.

Keterangan:

·       Server Name

o   Nama server yang digunakan.

o   Biasanya diisi dengan localhost jika digunakan pada komputer sendiri.

·       Administrator's Email Address

o   Alamat email administrator server.

o   Bisa diisi bebas, misalnya admin@gmail.com.

·       HTTP Port

o   Port yang digunakan Apache.

o   Nilai standar adalah 80.

Tujuan tahap ini:
Mengatur identitas server web dan menentukan port yang akan digunakan Apache untuk melayani permintaan dari browser.

 

5.     Konfigurasi MySQL

Pada tahap ini dilakukan pengaturan database MySQL.

Keterangan:

·       User Setting

o  Nama pengguna MySQL.

o  Umumnya menggunakan root.

·       Password

o  Password untuk pengguna MySQL.

o  Dapat dikosongkan atau diisi sesuai kebutuhan.

·       Character Set

o  Menentukan karakter yang digunakan database.

o  Biasanya menggunakan UTF-8 agar mendukung berbagai bahasa.

Tujuan tahap ini:
Membuat akun administrator database dan menentukan format karakter yang akan digunakan oleh MySQL.

 

6.     Proses Instalasi AppServ

Gambar ini menunjukkan bahwa AppServ sedang melakukan proses penyalinan file dan pemasangan komponen.

Keterangan:

·       Installer sedang menyalin file-file Apache, PHP, dan MySQL ke direktori instalasi.

·       Progress bar menunjukkan persentase proses yang sedang berlangsung.

Tujuan tahap ini:
Menginstal seluruh komponen yang diperlukan agar web server dapat dijalankan dengan baik.

 

7.     Instalasi Selesai

Tampilan tersebut menunjukkan bahwa proses instalasi AppServ telah berhasil diselesaikan. Pada tahap ini tersedia pilihan Start Apache untuk menjalankan layanan Apache sebagai web server dan Start MySQL untuk menjalankan layanan MySQL sebagai database server. Setelah pengguna menekan tombol Close, kedua layanan tersebut akan aktif dan siap digunakan. Tahap ini bertujuan untuk mengaktifkan layanan Apache dan MySQL sehingga pengguna dapat mulai menjalankan aplikasi web serta mengakses dan mengelola database.

 

8.     Menampilkan Hasil Instalasi AppServ 2.5.0

Gambar tersebut menunjukkan bahwa proses instalasi AppServ 2.5.0 telah berhasil dilakukan dan aplikasi telah dapat dijalankan. Pada tahap ini, pengguna membuka folder AppServ yang berisi file AppServ 2.5.0 Manual, yaitu dokumentasi atau panduan penggunaan AppServ. Tampilan ini menandakan bahwa seluruh komponen yang diperlukan, seperti Apache, PHP, dan MySQL, telah terpasang dengan baik pada sistem. Dengan demikian, pengguna dapat mulai menggunakan AppServ untuk menjalankan web server lokal dan mengembangkan aplikasi berbasis web.

 

 

 

 

 

9.     Tampilan File Explorer pada Sistem Operasi Windows XP di VirtualBox

Gambar tersebut menunjukkan tampilan Windows XP yang sedang berjalan di dalam Oracle VirtualBox. Pada layar terlihat aplikasi Windows Explorer (File Explorer) yang digunakan untuk mengelola file dan folder di dalam komputer.

Bagian-bagian yang terlihat:

·       My Computer / Local Disk (C:) → menampilkan isi penyimpanan utama komputer (hard disk).

·       Folder seperti Documents and Settings, Program Files, dan WINDOWS → merupakan folder sistem bawaan Windows XP yang berisi data pengguna, aplikasi yang terinstal, dan file sistem operasi.

·       Panel sebelah kiri → berfungsi sebagai navigasi untuk berpindah antar folder dan lokasi penyimpanan.

·       Bagian kanan → menampilkan daftar folder dan file yang ada di dalam drive C.

·       Oracle VirtualBox → menunjukkan bahwa Windows XP ini bukan berjalan langsung di komputer utama, tetapi dijalankan sebagai mesin virtual.

 

 

 

 

 

10.  Isi direktori Appserv

Folder apache: untuk control server apache, folder mysql: untuk kontrol server database, folder php: direktori php, folder www: untuk menyimpan projek website.

 

11.  Masuk ke folder apache

Pada folder apache, klik dua kali pada icon ekstensi apache, lalu akan tampil command prompt seperti pada gambar diatas, Dimana menunjukan proses apache web server sudah berjalan.

 

 

 

 

 

12.  Buka browser

Buka browser dan ketikan http://localhost/. Pada gambar diatas menunjukkan bahwa proses koneksi client dengan web server pada jaringan lokal sudah berhasil. Yeyyyy

 

13.  Percobaan koneksi weserver

Untuk memperkuat bukti koneksi client windows xp dengan web server inventaris, disini saya membuat sebuah file php yang berisi text “Ranti Sitohang 221011700710.

 

 

 

 

 

14.  Membuka file tes.php  pada browser dengan jaringan localhost

Setelah dibuka pada browser, tes.php yang berisi text “Ranti Sitohang 2201170” berhasil ditampilkan. Hal ini menandakan bahwa koneksi windows xp sebagai client dari webserver inventaris sudah berhasil dan sukses.