"Penerapan Web Server pada Windows Client"
"Penerapan Web Server pada Windows Client"
1. Welcome (Halaman Awal Instalasi)

Ini adalah layar pembuka saat
instalasi AppServ dimulai.
Keterangan:
· Menampilkan ucapan selamat datang
di installer AppServ.
· Menjelaskan bahwa program akan
menginstal AppServ di komputer.
· Disarankan menutup semua program
sebelum melanjutkan instalasi.
· Tombol:
o Next → lanjut instalasi
o Cancel → batal instalasi
2. Choose Destination Location (Lokasi
Instalasi)
Ini adalah tahap untuk menentukan
folder instalasi.
Keterangan:
· Menentukan lokasi penyimpanan
AppServ di komputer.
· Default biasanya: C:\AppServ
· Bisa diganti dengan tombol Browse
jika ingin lokasi lain.
· Menampilkan informasi:
o Space Required (ruang yang
dibutuhkan)
o Space Available (ruang kosong di
disk)
· Tombol:
o Next → lanjut
o Back → kembali
o Cancel → batal
3. Setup Type (Tipe Instalasi)

Ini adalah pilihan jenis instalasi.
Keterangan:
· Typical → instalasi standar (paling
disarankan untuk pengguna biasa)
· Compact → instalasi minimal (fitur
terbatas, hanya Apache)
· Custom → instalasi kustom (bisa pilih
komponen sendiri, untuk pengguna mahir)
· Tombol:
o Next → lanjut
o Back → kembali
o Cancel → batal
4. Konfigurasi Apache Server

Pada tahap ini, installer meminta
informasi untuk konfigurasi Apache HTTP Server.
Keterangan:
· Server Name
o Nama server yang digunakan.
o Biasanya diisi dengan localhost
jika digunakan pada komputer sendiri.
· Administrator's Email Address
o Alamat email administrator server.
o Bisa diisi bebas, misalnya admin@gmail.com.
· HTTP Port
o Port yang digunakan Apache.
o Nilai standar adalah 80.
Tujuan
tahap ini:
Mengatur identitas server web dan menentukan port yang akan digunakan Apache
untuk melayani permintaan dari browser.
5. Konfigurasi MySQL

Pada tahap ini dilakukan pengaturan
database MySQL.
Keterangan:
· User Setting
o Nama pengguna MySQL.
o Umumnya menggunakan root.
· Password
o Password untuk pengguna MySQL.
o Dapat dikosongkan atau diisi sesuai
kebutuhan.
· Character Set
o Menentukan karakter yang digunakan
database.
o Biasanya menggunakan UTF-8
agar mendukung berbagai bahasa.
Tujuan
tahap ini:
Membuat akun administrator database dan menentukan format karakter yang akan
digunakan oleh MySQL.
6. Proses Instalasi AppServ

Gambar ini menunjukkan bahwa
AppServ sedang melakukan proses penyalinan file dan pemasangan komponen.
Keterangan:
· Installer sedang menyalin file-file
Apache, PHP, dan MySQL ke direktori instalasi.
· Progress bar menunjukkan persentase
proses yang sedang berlangsung.
Tujuan
tahap ini:
Menginstal seluruh komponen yang diperlukan agar web server dapat dijalankan
dengan baik.
7. Instalasi Selesai

Tampilan tersebut menunjukkan bahwa
proses instalasi AppServ telah berhasil diselesaikan. Pada tahap ini
tersedia pilihan Start Apache untuk menjalankan layanan Apache sebagai
web server dan Start MySQL untuk menjalankan layanan MySQL sebagai
database server. Setelah pengguna menekan tombol Close, kedua layanan
tersebut akan aktif dan siap digunakan. Tahap ini bertujuan untuk mengaktifkan
layanan Apache dan MySQL sehingga pengguna dapat mulai menjalankan aplikasi web
serta mengakses dan mengelola database.
8. Menampilkan Hasil Instalasi AppServ
2.5.0

Gambar tersebut menunjukkan bahwa
proses instalasi AppServ 2.5.0 telah berhasil dilakukan dan aplikasi
telah dapat dijalankan. Pada tahap ini, pengguna membuka folder AppServ
yang berisi file AppServ 2.5.0 Manual, yaitu dokumentasi atau panduan
penggunaan AppServ. Tampilan ini menandakan bahwa seluruh komponen yang
diperlukan, seperti Apache, PHP, dan MySQL, telah terpasang dengan baik pada
sistem. Dengan demikian, pengguna dapat mulai menggunakan AppServ untuk menjalankan
web server lokal dan mengembangkan aplikasi berbasis web.
9. Tampilan File Explorer pada Sistem
Operasi Windows XP di VirtualBox

Gambar tersebut menunjukkan
tampilan Windows XP yang sedang berjalan di dalam Oracle VirtualBox.
Pada layar terlihat aplikasi Windows Explorer (File Explorer) yang
digunakan untuk mengelola file dan folder di dalam komputer.
Bagian-bagian yang terlihat:
· My Computer / Local Disk (C:) →
menampilkan isi penyimpanan utama komputer (hard disk).
· Folder seperti Documents and
Settings, Program Files, dan WINDOWS → merupakan folder sistem bawaan Windows
XP yang berisi data pengguna, aplikasi yang terinstal, dan file sistem operasi.
· Panel sebelah kiri → berfungsi
sebagai navigasi untuk berpindah antar folder dan lokasi penyimpanan.
· Bagian kanan → menampilkan daftar
folder dan file yang ada di dalam drive C.
· Oracle VirtualBox → menunjukkan
bahwa Windows XP ini bukan berjalan langsung di komputer utama, tetapi
dijalankan sebagai mesin virtual.
10. Isi
direktori Appserv

Folder
apache: untuk control server apache, folder mysql: untuk kontrol server database,
folder php: direktori php, folder www: untuk menyimpan projek website.
11. Masuk
ke folder apache

Pada
folder apache, klik dua kali pada icon ekstensi apache, lalu akan tampil
command prompt seperti pada gambar diatas, Dimana menunjukan proses apache web
server sudah berjalan.
12. Buka
browser

Buka
browser dan ketikan http://localhost/. Pada
gambar diatas menunjukkan bahwa proses koneksi client dengan web server
pada jaringan lokal sudah berhasil. Yeyyyy
13. Percobaan
koneksi weserver

Untuk
memperkuat bukti koneksi client windows xp dengan web server inventaris, disini
saya membuat sebuah file php yang berisi text “Ranti Sitohang 221011700710.
14. Membuka
file tes.php pada browser dengan
jaringan localhost

Setelah
dibuka pada browser, tes.php yang berisi text “Ranti Sitohang 2201170”
berhasil ditampilkan. Hal ini menandakan bahwa koneksi windows xp sebagai
client dari webserver inventaris sudah berhasil dan sukses.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda